Page 18 - RPJMDES BANCAK 2020-2028
P. 18

BAB  II

                                                        PROFIL DESA


                  2.1 Kondisi Desa

                  2.1.1 Sejarah Desa

                                Desa Bancak menurut cerita turun temurun, Pada mulanya wilayah
                         desa Bancak merupakan hutan belantara. Pada saat itu ada 2 (dua) orang

                         yang  tidak  dikenal  datang  kehutan  tersebut  untuk  membuka  hutan  /

                         babat alas, yaitu hutan Bogo dan Hutan Kuncen.
                                Bogo dalam bahasa jawa yang berarti bukakan dan Kuncen memiliki

                         arti  kunci  perpaduan  dua  kata  tersebut  memiliki  makna  Kunci  pertama

                         dibuka  yaitu  Bogo  dan  Kuncen.  Seiring  dengan  perkembangan  wilayah
                         tersebut  dibuat  2  (dua)  makam  yaitu  makam  Bogo  dan  makam  Kuncen

                         untuk melestarikan nama tersebut.

                                Kemudian  2  (dua)  orang  tersebut  pindah  ke  utara  yang  sekarang
                         disebut dengan sebutan dusun Gentho. Kenapa dinamakan dusun Gentho,

                         Karena  pada  saat  itu  tempat  yang  didatangi  merupakan  tempat

                         persembunyian  orang  –  orang  jahatataupun  para  pencuriyang  disebut
                         Gentho.  Pada  akhirnyss  2  (dua)  orang  tidak  dikenal  tersebut  berselisih

                         pendapat dengan para pencuri dan juga orang – orang  jahat yang ada. 2

                         (dua)  orang  tidak  dikenal  tersebut  berebut  kebenaranpendapat  dengan
                         orang  –orang  jahat  dan  para  pencuri  yang  ada.  Dan  tidak  menemukan

                         kesepakatan ataupun perssatuan pendapat antara dua belah pihak. Oleh
                         karena itu wilayah tersebut dinamai dengan Gentho, yaitu Dusun Gentho.

                                Dalam  cerita  tersebut  kedua  belah  pihak  tidak  dapat  memperoleh

                         kesepakatan  ataupun  persamaan  pendapat  anatara  2  (dua)  orang  tidak
                         dikenal  dengan  gentho-gentho  tersebut.  Karena  tidak  adanya  persamaan

                         pendapat  akhirnya  kedua  belah  pihak  melanjutkan  perjalanan  kesebelah

                         barat.  Selang  beberapa  lama  mereka  akhirnya  bertemu  dengan  2  (dua)
                         orang yang tidak dikenal. Setelah itu, 2 (dua) orang tidak dikenal tersebut

                         mendamaikan kedua belah pihakyang berbeda pendapat.
                                Setelah  beberapa  waktu  berembug/bermusyawarah,  pada  akhirnya

                         kedua  belah  pihak  tersebut  dapat  berdamai  atau  menyatukan  pendapat.

                         Setelah  terjadi  persamaan  pendapat  kedua  belah  pihak  mengadakan
                         Encengan/Slametan dengan aneka makanan. Encengan/slametan tersebut

                         diiringi  dengan  acara  “Gendhong  Ancak”  yaitu  seni  membuat  miniatur




                                                                                                               17
                  Rencana Pembangunan  Jangka Menenengah Desa Bancak Tahun 2020-2028
   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23