Pawai Ancak Meriahkan Tradisi Bersih Dusun Krajan Desa Bancak Tahun 2026

19 Agustus 2026
Admin Desa
Dibaca 7 Kali
Pawai Ancak Meriahkan Tradisi Bersih Dusun Krajan Desa Bancak Tahun 2026

BANCAK 18 Agustus 2026 – Tradisi Bersih Dusun Krajan, Desa Bancak, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, kembali digelar dengan penuh semangat dan antusiasme masyarakat. Salah satu rangkaian kegiatan yang menjadi daya tarik dalam tradisi tersebut adalah pawai ancak, yang dilaksanakan pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Sebanyak delapan ancak yang dibawa masyarakat Dusun Krajan dikirab dan dinilai dalam kegiatan yang menjadi bagian dari tradisi Merti Dusun tersebut. Pawai ancak tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga dan melestarikan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Ancak merupakan wadah untuk mengangkut sesaji dan berbagai makanan dalam rangkaian tradisi Merti Dusun. Berbagai makanan yang ditempatkan di dalam ancak memiliki makna dan filosofi tersendiri.

Salah satunya adalah jadah dan jenang yang memiliki sifat lengket. Filosofi tersebut dimaknai sebagai harapan agar masyarakat senantiasa hidup rukun, tidak mudah terpecah, serta selalu menjaga persatuan dan kebersamaan.

Selain makanan tradisional, masyarakat juga menampilkan miniatur bangunan atau tempat yang dibuat secara kreatif. Miniatur tersebut menjadi bagian yang dinilai dalam pawai ancak dan dibuat oleh masing-masing RT di wilayah Dusun Krajan.

Kepala Dusun Krajan, Adi Suprianto, mengatakan bahwa tradisi Merti Dusun dilaksanakan setiap tahun sekali dan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

“Merti Dusun dilaksanakan setiap tahun sekali, tepatnya pada Selasa Pahing malam Rabu Pon. Pada tahun ini pelaksanaannya bertepatan dengan bulan Agustus, sekaligus menjadi bagian dari semangat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” ungkap Adi Suprianto.

Menurutnya, tradisi tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus mengungkapkan rasa syukur atas berbagai hasil bumi yang diperoleh masyarakat.

Sekdes Bancak: Jangan Sampai Tradisi Hilang

Sementara itu, Sekretaris Desa Bancak, Nur Arif Sulistyo, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Dusun Krajan yang terus mempertahankan tradisi Bersih Dusun dan pawai ancak.

Menurutnya, tradisi tersebut memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar kegiatan budaya. Di dalamnya terdapat semangat gotong royong, kebersamaan, rasa syukur, serta penghormatan terhadap warisan leluhur.

“Atas nama Pemerintah Desa Bancak, kami memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Dusun Krajan yang sampai saat ini masih menjaga dan melestarikan tradisi Bersih Dusun. Ini merupakan kekayaan budaya yang harus kita rawat bersama agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman,” ujar Nur Arif Sulistyo, S.Pd.

Ia menambahkan, kreativitas masyarakat dalam membuat ancak menjadi bukti bahwa tradisi lokal dapat terus berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai yang diwariskan oleh para leluhur.

“Yang paling penting bukan hanya bentuk ancak yang bagus atau siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana proses pembuatannya mampu menyatukan warga. Ada gotong royong, ada kebersamaan, ada silaturahmi, dan ada rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala hasil bumi yang diberikan kepada masyarakat,” lanjutnya.

Nur Arif juga berharap generasi muda Desa Bancak dapat ikut mengambil bagian dalam setiap kegiatan budaya yang ada di desa. Dengan demikian, pengetahuan dan nilai-nilai tradisi dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Kami berharap anak-anak muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat dalam melestarikan budaya desa. Kalau generasi mudanya ikut mencintai dan memahami tradisinya, insyaallah budaya Merti Dusun Krajan akan tetap hidup dan terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya,” katanya.

Kasi Pemerintahan Desa Bancak, Siswanto, menjelaskan bahwa tradisi pawai ancak telah dilaksanakan sejak zaman nenek moyang. Pada masa dahulu, ancak dibuat dengan bentuk yang lebih sederhana dan berisi berbagai makanan hasil bumi masyarakat.

“Tradisi pawai ancak ini sudah ada sejak zaman nenek moyang. Dahulu ancak hanya berupa berbagai makanan sederhana dan biasanya dimeriahkan dengan kesenian Tayub. Sekarang masyarakat semakin kreatif dengan membuat ancak atau jolen dalam berbagai bentuk,” jelas Siswanto.

Menurut Siswanto, perkembangan bentuk ancak tidak menghilangkan nilai utama dari tradisi tersebut. Justru kreativitas masyarakat menjadi salah satu cara untuk membuat tradisi tetap menarik dan dapat diterima oleh generasi muda.

Pada pelaksanaan tahun ini, warga Dusun Krajan menunjukkan kreativitas melalui delapan ancak atau jolen yang dibuat secara bersama-sama. Setiap RT turut berpartisipasi dengan menampilkan kreasi terbaiknya untuk dikirab dan dinilai.

“Tradisi ini akan terus dilaksanakan setiap tahun. Antusiasme masyarakat selalu tinggi dan kreativitas dalam membuat ancak juga semakin berkembang. Waktu pelaksanaannya dapat menyesuaikan, dan biasanya bertepatan dengan bulan Agustus, baik awal, pertengahan maupun akhir bulan,” tambahnya.

Pawai ancak dalam Bersih Dusun Krajan bukan sekadar kegiatan kirab. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, gotong royong, rasa syukur, serta penghormatan terhadap warisan budaya leluhur.

Pemerintah Desa Bancak berharap tradisi tersebut dapat terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Dengan keterlibatan masyarakat, terutama generasi muda, tradisi Merti Dusun diharapkan tetap hidup dan menjadi bagian dari identitas budaya Desa Bancak.

Pelaksanaan Bersih Dusun Krajan pada 18 Agustus 2026 juga memberikan suasana tersendiri karena berdekatan dengan momentum peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia. Semangat gotong royong dalam membuat ancak menjadi gambaran bahwa pelestarian budaya dan semangat kebersamaan dapat berjalan beriringan.

Pawai ancak menjadi bukti bahwa tradisi leluhur masih memiliki tempat di tengah kehidupan masyarakat modern. Dari ancak, masyarakat belajar tentang rasa syukur, persatuan, gotong royong, dan pentingnya menjaga warisan budaya untuk generasi yang akan datang.