Tradisi Iriban Di Ikuti Oleh Mahasiswa KKN UIN Salatiga Di Dusun Banyutarung, Desa Bancak, Kabupaten Semarang

02 Februari 2024
KKN UIN WALISONGO
Dibaca 1.011 Kali
Tradisi Iriban Di Ikuti Oleh Mahasiswa KKN UIN Salatiga Di Dusun Banyutarung, Desa Bancak, Kabupaten Semarang

Tradisi Iriban Dusun Banyutarung Diikuti Oleh Mahasiswa KKN UIN Salatiga

Mahasiswa KKN UIN Salatiga Desa Bancak sangat berantusias dalam pelaksanaan sebuah tradisi yang ada di salah satu dusun di Desa Bancak, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang. Dalam momentum yang sangat baik, mahasiswa KKN UIN Salatiga mengikuti Tradisi Iriban yang ada di Dusun Banyutarung. Tradisi iriban merupakan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat di Dusun Banyutarung yang sudah ada secara turun-temurun dilaksanakan setiap tahun pada bulan rajab yang bertempat di bendungan kulon dusun banyutarung.

Tradisi ini mempunyai maksud dan tujuan yakni sebagai sebuah ikhtiar warga kepada tuhan yang maha esa agar tidak kekurangan air pada musim kemarau. Adapun prosesi tradisi iriban diawali dengan masyarakat di dusun banyutarung memulai tradisi pada pukul 07.00 WIB yang di hadiri oleh bapak- bapak atau masyarakat laki-laki yang ada di dusun banyutarung, hadir pula ibu kepala dusun yakni ibu Nita dan mahasiswa KKN UIN Salatiga, pemuda-pemudi dusun banyutarung bahkan anak kecil turut serta dalam prosesi tradisi iriban. Sampai dibendungan dilanjutkan dengan membersihkan area sekitar bendungan dan perairan. Kemudian masing- masing warga membawa tumtuman yang berisi nasi, ayam yang masih hidup, tumtuman dan jenang.

Prosesi selanjutnya ayam yang masih hidup tersebut disembelih oleh perwakilan masyarakat dengan melafalkan doa-doa. Darah segar pun mengucur mengalir bersama jernihnya air bendungan. Sebagian masyarakat mencari bambu runcing untuk dijadikan tusuk untuk membakar ayam yang telah disembelih tersebut. Masyarakat yang lain menyiapkan api unggun untuk membakar ayam tersebut. Dan yang lain mencari daun pohon pisang disekitar bendungan. Ayam yang disembelih berjumlah 4 ekor tersebut dibakar dengan ditusuk bambu runcing yang telah disiapkan. Beberapa waktu berlalu sambil menunggu ayam matang, masyarakat bercengkrama dengan mahasiswa KKN UIN Salatiga yang turut serta dalam prosesi tradisi iriban.

Salah satu warga menyamapaikan bahwa tradisi ini merupakan icon dusun banyutarung yang tidak ada di dusun lain. Suasana desa yang tidak ditemukan di perkotaan bahkan di bangku perkuliahan. Warga menyampaikan bencadaan yang ramah dan hangat yang di tanggapi oleh mahasiswa KKN UIN Salatiga dengan riang dan gembira. Prosesi pun berjalan dengan kehangatan dibaluti dengan cuaca alam yang mendukung. Semangat gotong-royong masyarakat di dusun banyutarung diharapkan tetap terjaga melalui tradisi iriban ini.

Tradisi iriban mengandung makna yang mendalam antara lain kegotongroyongan, kebersamaan, kebersihan lingkungan dan spiritual. Setelah beberapa waktu prosesi dilanjutkan dengan mengumpulkan nasi dari semua warga dijadikan satu di daun pohon pisang. Kemudian tumtuman dijadikan satu dibeberapa wadah, setelah itu ayam yang sudah matang disuwir-suwir menggunakan tangan diulet dicampurkan dengan tumtuman dijadikan satu kemudian disajikan diatas nasi-nasi yang sudah di bagi beberapa daun pohon pisang yang dijadikan sebagai alas untuk makan.

Sebelumnya dilanjutkan terlebih dahulu dengan prosesi doa yang dipimpin oleh sesepuh atau tokoh agama warga setempat. Sesepuh atau tokoh agama tersebut mempimpin doa dan di ikuti oleh warga lainnya dan mahasiswa KKN UIN Salatiga sebagai bentuk rasa syukur dan harapan kepada Allah SWT dan terasa khidmat. Setelah doa dipanjatkan dilanjutkan dengan makan bersama. Begitu lezat dan sangat mengesankan tradisi iriban di dusun banyutarung ini.

Mahasiswa KKN UIN Salatiga merasakan adanya rasa kebersamaan yang terjalin dalam tradisi tersebut. Selain tujuan dan makna yang terkandung dalam tradisi tersebut terdapat pula pesan yang tersampaikan. Pesan yang ada didalam tradisi iriban ini yakni untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT atas segala rahmatnya, karena dalam setiap kesulitan selalu ada jalan kemudahan.